WARTA 24 SULAWESI BARAT

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Molor, Proyek Terminal Haji LIA

Posted by On 02.48

Molor, Proyek Terminal Haji LIA

Molor, Proyek Terminal Haji LIAMolor, Proyek Terminal Haji LIA Pekerja sedang menyelesaikan pembangunan tembok keliling proyek Terminal Haji LIA yang sedang dikebut pengerjaan oleh PT. Adhistana. (Suara NTB/ars) Molor, Proyek Terminal Haji LIA

2 Desember 2017 15:28 SUARANTB.com

Mataram (Suara NTB) â€" Pengerjaan proyek Terminal Haji Lombok International Airport (LIA), Lombok Tengah dipastikan molor. Sejumlah kendala dihadapi kontraktor pelaksana, seperti cuaca dan... Molor, Proyek Terminal Haji LIA

Mataram (Suara NTB) â€" Pengerjaan proyek Terminal Haji Lombok International Airport (LIA), Lombok Tengah dipastikan molor. Sejumlah kendala dihadapi kontraktor pelaksana, se perti cuaca dan gangguan dari oknum warga. Pelaksana pun meminta perpanjangan waktu.

Sesuai kontrak, batas waktu pengerjaan per 28 November 2017. Akibat banyak kendala itu, PT. Adhistana minta pelaksanaan diperpanjang 16 hari ke depan untuk menuntaskan sisa dari 90 persen yang sudah dikerjakan.

'); }());

Pantauan Suara NTB Jumat, 1 Desember 2017 kemarin, puluhan pekerja sedang melakukan aktivitas di dalam dan luar gedung. Di dalam gedung, pekerja membersihkan dinding untuk persiapan pengecatan. Di luar gedung, masih ada pengerjaan tembok keliling.

‘’Makanya kita minta perpanjangan waktu kepada Dinas Perhubungan,” kata Pelaksana Lapangan PT. Adhistana, Omi Jayadi.

Saat ini posisi pekerjaan diakuinya sudah 90 persen untuk item pekerjaan renovasi atap, plafon, kaca. Pintu gerbang, dua pos jaga, serta perbaikan atap, dengan pagu anggaran mencapai Rp 2 miliar lebih.

Saat ini pekerjaannya mengejar penyelesaian tembok keliling dan pemasangan teral is. Sementara di dalam gedung, hanya tinggal perbaikan beberapa keramik, finalisasi plafon untuk persiapan pengecatan.

‘’Kita usahakan minggu-minggu ini selesai. Setelah kita kebut siang malam, tinggal fokus pada pengecetan. Saya bagi tugas. Ada yang handle tembok keliling, cat, semua ada yang handle. Ada kepala tukang masing masing,’’ kata Tomi, sapaan Pelaksana Lapangan asal Kecamatan Suralaga Lombok Timur ini.

Dia mengakui, kontrak pekerjaan dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sakarudin sampai tanggal 28 November 2017 lalu. Molornya pekerjaan mempengaruhi upaya percepatan penyelesaian sesuai tenggat waktu kontrak.

Alasannya, pendekatan kepada masyarakat butuh waktu dua bulan. Karena pihaknya tidak ingin pengalaman para pelaksana tahun-tahun sebelumnya diganggu oleh oknum masyarakat. Seharusnya pekerjaan dimulai Juli lalu.

‘’Lamanya itu sosialisasi di masyarakat, dua bulan bayangkan. Karena jangan sampai ada yang hadang pekerjaan kami. Kam i jelaskan, ini (proyek) bukan milik kontraktor. Ini milik orang Tanak Awu, Penujak dan lain- lain. Toh yang pakai pakai nanti seluruh orang NTB,’’ ungkapnya tentang isi sosialisasi.

Setelah pendekatan tuntas dan masyarakat menerima dengan syarat ambil bagian dalam proyek itu, akhirnya pekerjaan dimulai per 18 Agustus 2017.

Dua anggota TNI diterjunkan untuk meng amankan proyek itu siang malam, namun kendala lain cuaca. Apalagi saat ini sudah masuk musim hujan. Tapi itu bukan jadi alasan pihaknya, sehingga proyek digarap siang dan malam. ‘’Ini siang malam kita kebut. Tukang saya ada 60 orang ditambah yang di gedung 40 orang. Jadi sekitar 110 orang pekerja,’’ sebutnya.

Baca juga: Ditegur PPK, Empat Paket Proyek RSJ Dikebut

Terkait permintaan perpanjangan waktu itu, PPK Proyek Terminal Haji Sakarudin belum bisa dikonfirmasi.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, Drs.H.Lalu Bayu Windia dikonfirmasi membenarkan molornya proyek sen ilai Rp 2,7 miliar itu. Alasan kontraktor pelaksana lamanya mulai karena sosialisasi kepada masyarakat untuk antisipasi gangguan.

‘’Kita memang memberi kesempatan perpanjangan waktu dua minggu. Mudah mudahan sudah selesai sesuai target,’’ sebutnya. Lalu Bayu mengaku sempat mengecek langsung perkembangan proyek tersebut siang kemarin dan mendapati para pekerja masih kebut beberapa item.

Untuk tembok, menurutnya sedang proses pemasangan bata. ‘’Setelah itu teralis,’’ sebutnya. Di bagian dalam gedung, tinggal pengecatan. (ars)

BERITA TERKAIT :

  • Diduga Korsleting, Sebuah Mobil Ludes TerbakarDiduga Korsleting, Sebuah Mobil Ludes Terbakar
  • Pemecatan ASN Ikut HTI, Ini Komentar WagubPemecatan ASN Ikut HTI, Ini Komentar Wagub
  • Kasus Merger BPR,    Server Diduga Mangkrak, Jaksa Agendak...Kasus Merger BPR, Server Diduga Mangkrak, Jaksa Agendak...
  • Kemen PANRB akan Buka Seleksi CPNS Daerah 2018, Pemprov...Kemen PANRB akan Buka Seleksi CPNS Daerah 2018, Pemprov...
'); }());Sumber: Google News | Warta 24 Lombok Timur

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »