www.AlvinAdam.com

Warta 24 Sulawesi Barat


Warta 24 Sulawesi Barat

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Viral Video soal Biaya ICU Rp 15 Juta, Keluarga Pasien Dilaporkan ...

Posted by On 10.54

Viral Video soal Biaya ICU Rp 15 Juta, Keluarga Pasien Dilaporkan ...

IlustrasiShutterstock Ilustrasi

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com â€" Seorang pasien terancam masuk bui setelah mengunggah video percakapan keluarga pasien dan seorang dokter jaga terkait biaya perawatn di ICU RSUD Polman yang mencapai Rp 15 juta per hari karena kecelakaan tidak ditanggung BPJS.

Delapan perawat yang tergabung dalam Ikatan Perawat di RSUD Polewali Mandar merasa nama baiknya dicemarkan dengan beredarnya video yang diunggah oleh pemilik akun Facebook atas nama Udhy Hsa.

Mereka lalu melaporkan pemilik akun secara resmi ke Polres Polewali Mandar, Provinsi Sulawes i Barat, Kamis (8/2/2018).

Kasat Reskrim Polres Polewali Mandar AKP Niki Ramdhany membenarkan pihaknya telah menerima laporan delapan perawat dari RS Polewali Mandar, Kamis lalu.

Niki menyatakan, polisi telah menerbitkan surat perintah penyelidikan atas kasus ini untuk mendalami kasus ini. Rencananya, pihak penyidik Polres Polman akan segera memanggil para pihak untuk diperiksa sebagai saksi secara bersamaan di Mapolres Polewali Mandar pekan depan.

“Laporan dugaan pelanggaran Undang-undang Transaski Elektronik ITE yang diadukan perawat rumah sakit Polewali Mandar sudah kami terima secara resmi dan kami akan periksa para pihak untuk mengetahui duduk perkaranya,” kata Niki saat dihubungi, Minggu (11/2/2018).

(Baca juga: Cerita Suami Istri Muslim Ikut Bersih-bersih Gereja Santa Lidwina Bedog)

Menurut Niki, para perawat itu belum melaporkan konten video viral yang berjudul “ICU 15 Juta/Hari Mahal Ki”.

“Yang dilaporkan itu pemilik akun atas nama Udhy Hsa, soal konten percakapan pro kontra dari warga netizen yang dinilai ada unsur fitnahnya dan lainnya belum dilaporkan,” ungkap Niki.

Sementara itu, Direktur RSUD Polewali Mandar dr Syamsiah mengatakan tidak tahu soal laporan para perawat itu ke polisi.

Menurut Syamsiah, para perawat tersebut pernah menyampaikan masalah ini kepada pihak rumah sakit, tetapi rumah sakit menolak campur tangan.

“Rumah sakit tidak campur tangan terhadap perawat karena itu hak dia mau melaporkan kalau merasa namanya dicemarkan atau tidak. Itu urusan dia, kami tidak bisa campuri,” tutur Syamsiah.

Soal pembayaran Rp 15 juta per hari untuk ICU RSUD Polman, Syamsiah mengakui bahwa biaya ruang ICU memang bisa mencapai Rp 15 juta.

“Biayanya memang bisa sampai Rp 15 juta per hari bahkan lebih, tergantung peralatan yang digunakan,” ungkapnya.

Video berdurasi 1 menit 9 detik itu berisi percakapan antara dokter jaga di ruang ICU RSUD Polman dengan pihak keluarga pasien yang mempertanyakan komponen biaya ICU sehingga berjumlah Rp 15 juta. Dokter jaga menjelaskan, penggunakan oksigen di ruang ICU bisa membuat biaya mencapai Rp 15 juta per hari.

Tak takut

Pemilik akun Facebook Udhy Hsa yang dihubungi, Minggu (11/2/2018), terkait laporan para perawat ke polisi terkait videonya sudah mengetahui kabar bahwa dirinya dilaporkan ke polisi melalui keluarga yang membaca di medsos. Udhy juga mengaku sudah dihubungi petugas Polsek Campalagian terkait laporan tersebut.

(Baca juga: Heboh Pesta Pernikahan Anak Pengusaha Tambang Nonstop 10 Hari, Ada Ayu Ting-Ting hingga Via Vallen)

Udhy mengaku merekam pengakuan dokter jaga dan mengunggah ke media sosial tersebut agar pihak berwenang merespons keluhan keluarga pasien kurang mampu yang tak sanggup membayar biaya hingga Rp 15 juta per hari seperti disampaikan dokter jaga berulang kali kepada pihak keluarga pa sien.

“Petugas rumah sakit menyampaikan permintaan pembayaran Rp 15 juta per hari itu ke keluarga pasien berulang kali, bukan sekali,” tutur Udhy.

Udhy menyatakan, dia siap mempertanggungjawabkan isi atau konten video yang viral tersebut. Menurut dia, isinya tidak mengandung nada penghinaan atau pencemaran nama baik pihak tertentu.

Bagi Udhy, video yang diunggahnya itu merupakan hak publik atau hak pribadinya sebagai warga negara yang juga berhak merekam bukti percakapan yang menyangkut keluarganya.

Dalam video yang beredar, petugas rumah sakit menyodorkan surat berisi pernyataan bersedia dirawat di ICU asal mau membayar biaya tersebut. Petugas RS juga beberapa kali menyatakan kepada pihak keluarga pasien bahwa kasus kecelakaan lalu lintas tidak termasuk dalam jaminan pemegang kartu BPJS, seperti yang dimiliki dua keluarga Udhy.

Udhy menuturkan, keluarga pasien disodorkan dua surat oleh pihak rumah sakit untuk ditandatangani keluarga pasien, ya kni surat rujukan dokter ke RS di Makassar dan surat pernyataan dirawat di ICU.

“Dua surat yang disodorkan rumah sakit kami tolak karena alasan keluarga tak mampu,” ujar Udhy.

Kompas TV Atas perbuatannya, pelaku berinisial S kini terancam hukuman 7 tahun penjara.

Berita Terkait

Cerita Suami Istri Muslim Ikut Bersih-bersih Gereja Santa Lidwina Bedog

Heboh Pesta Pernikahan Anak Pengusaha Tambang Nonstop 10 Hari, Ada Ayu Ting-Ting hingga Via Vallen

Terkini Lainnya

Kadis KUMKMP Minta PPK Kemayoran Hargai Perjuangan DKI...

Kadis KUMKMP Minta PPK Kemayoran Hargai Perjuangan DKI...

Megapolitan 14/02/2018, 01:05 WIB Agung Dipergoki Polisi Saat Akan Bobol Sebuah Mobil di Pamulang

Agung Dipergoki Polisi Saat Akan Bobol Sebuah Mobil di Pamulang

Megapolitan 14/02/2018, 00:27 WIB Dua Atlet Bulu Tangkis Dicurigai Terlibat Pengaturan Pertandingan

Dua Atlet Bulu Tangkis Dicurigai Terlibat Pengaturan Pertandingan

Olahraga 14/02/2018, 00:13 WIB Dirut PPK Kemayoran Sebut Dinas KUMKMP DKI Langgar Perjanjian Kerja Sama

Dirut PPK Kemayoran Sebut Dinas KUMKMP DKI Langgar Perjanjian Kerja Sama

Megapolitan 14/02/2018, 00:08 WIB Kapal Migran Terbalik di Sungai Turki, Tiga Tewas Tujuh Hilang

Kapal Migran Terbalik di Sungai Turki, Tiga Tewas Tujuh Hilang

Internasional 13/02/2018, 23:56 WIB Jalani Masa Tahanan, Gatot Brajamusti Batal Umrah Bareng Keluarga

Jalani Masa Tahanan, Gatot Brajamusti Batal Umrah Bareng Keluarga

Megapolitan 13/02/2018, 23:39 WIB Lukisan Grafiti Dihapus, 21 Seniman Terima Ganti Rugi Rp 92 Miliar

Lukisan Grafiti Dihapus, 21 Seniman Terima Ganti Rugi Rp 92 Miliar

Internasional 13/02/2018, 23:38 WIB Dinas KUMKMP DKI Tuding PPK Kemayoran Ambil Keputusan Sepihak soal Lenggang Kemayoran

Dinas KUMKMP DKI Tuding PPK Kemayoran Ambil Keputusan Sepihak soal Lenggang Kemayoran

Megapolitan 13/02/2018, 23:27 WIB KPAI Minta Keadilan untuk Tersangka Tawuran Remaja di Ciracas

KPAI Minta Keadilan untuk Tersangka Tawuran Remaja di Ciracas

Megapolitan 13/02/2018, 23:06 WIB Marianus Sae Ditahan KPK, PDI-P Tetap Berjuang Menangkan Pilkada NTT

Marianus Sae Ditahan KPK, PDI-P Tetap Berjuang Menangkan Pilkada NTT

Nasional 13/02/2018, 23:06 WIB Kuwait Kecam Larangan Pengiriman Tenaga Kerja oleh Filipina

Kuwait Kecam Larangan Pengiriman Tenaga Kerja oleh Filipina

Internasional 13/02/2018, 23:01 WIB Transjakarta Siapkan 300 Bus 'Low Deck' untuk Asian Games

Transjakarta Siapkan 300 Bus "Low Deck" untuk Asian Games

Megapolitan 13/02/2018, 22:52 WIB MKD Jamin Tak Gunakan UU MD3 untuk Perlambat Proses Hukum Terkait Anggota DPR

MKD Jamin Tak Gunakan UU MD3 untuk Perlambat Proses Hukum Terkait Anggota DPR

Nasional 13/02/2018, 22:49 WIB Tabung Gas Bocor, Kebakaran Landa Satu Rumah di Metland Cakung

Tabung Gas Bocor, Kebakaran Landa Satu Rumah di Metland Cakung

Megapolitan 13/02/2018, 22:43 WIB Pemkot Depok Sebut Rawat 23 Situ Secara Swakelola

Pemkot Depok Sebut Rawat 23 Situ Secara Swakelola

Megapolitan 13/02/2018, 22:29 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Polewali Mandar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »