www.AlvinAdam.com

WARTA 24 SULAWESI BARAT

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Tolak Revisi UU MD3, Mahasiswa Mamuju Gotong Keranda Mayat ...

Posted by On 18.29

Tolak Revisi UU MD3, Mahasiswa Mamuju Gotong Keranda Mayat ...

Tolak Revisi UU MD3, Mahasiswa Mamuju Gotong Keranda Mayat ke DPRD Sulbar

Kehadiran mereka untuk meminta dukungan kepada anggota dewan terkait tuntutan pencabutan revisi Undang-undang MD3.

Tolak Revisi UU MD3, Mahasiswa Mamuju Gotong Keranda Mayat ke DPRD Sulbarnurhadi/tribunsulbar.comMahasiswa mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Pembela Demokrasi menggotong keranda mayat ke dalam gedung DPRD Sulbar, di Jl Abd Malik Pattana Endeng, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Mamuju, Selasa (20/2/2018).

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, SIMBORO - Mahasiswa mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Pembela Demokrasi menggotong keranda mayat ke dalam gedung DPRD Sulbar, di Jl Abd Malik Pattana Endeng, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Mamuju, Selasa (20/2/2018).

Hal itu menyikapi disahkannya revisi undang-undang MD3 (MPR, DPR, DPD dan DPRD) oleh DPR RI yang dinilai telah menodai dan mencederai nilai-nilai demokrasi di Indonesia yang berasaskan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

"Kehadiran kami di DPRD Sulbar dengan membawa keranda mayat, karena ingin memperlihatkan kepada anggota DPRD bahwa demokrasi di Indonesia telah dicederai oleh oknum DPR RI," kata Korlap Supliadi kepada TribunSulbar.com.

Ia menambahkan, kehadiran mereka untuk meminta dukungan kepada anggota dewan terkait tuntutan pencabutan revisi Undang-undang MD3 yang mengatur hak imunitas anggota DPR.

Baca: Resmi Nakhodai PKB Sulbar, Ini Tugas KH Sybli Sahabuddin

Para pengunjuk rasa diterima Ketua DPRD Sulbar Amalia Fitri Aras, didampingi Plt Wakil Ketua DPRD Sulbar Thamrin Endeng dan Ketua K omisi I DPRD Sulbar, Ir Yahuda.

Mereka menerima aspirasi mahasiswa di ruangan rapat pimpinan lantai II gedung DPRD.

"Secara pribadi kami bertiga mendukung. Tapi secara kelembagaan DPRD kami mohon maaf karena ada tahapan yang harus dilalui, kami harus patuh terhadap Tatib anggota DPRD dalam hal pengambilan keputusan," kata Amalia Aras di hadapan pengunjuk rasa.

Unjuk rasa mahasiswa tersebut dikawal ketar oleh aparat Kepolisian dari dari Polres Mamuju. (*)

Penulis: Nurhadi Editor: Mahyuddin Ikuti kami di Bantah Disebut Pelakor, Wanita yang Dilempari Duit Beri Klarifikasi Mengejutkan, Ungkap 5 Fakta Ini Sumber: Google News | Warta 24 Mamuju

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »