www.AlvinAdam.com

Warta 24 Sulawesi Barat


Warta 24 Sulawesi Barat

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Gara-gara Garis Hitam di Pipa, Pengundian Nomor Urut Paslon ...

Posted by On 04.35

Gara-gara Garis Hitam di Pipa, Pengundian Nomor Urut Paslon ...

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com â€" Penetapan nomor urut dua pasangan calon bupati dan wakil bupati Polewali Mandar, Sulawesi Barat, yang digelar di gedung nasional Pantai Bahari, Polewali Mandar, berlangsung ricuh, Selasa siang (13/2/2018).

Massa pendukung pasangan calon Salim S Mengga-Marwan protes dan menuding KPU Polewali mandar tidak netral dan merekayasa undian atau proses penetapan nomor urut pasangan calon.

Pasangan Salim-Marwan curiga dua pipa berisi nomor urut pasangan calon yang dicat piloks telah diberi tanda khusus yang mudah dikenali pasangan calon lain.

Sejumlah pendukung paslon Salim-Marwan yang memprotes KPU berteriak dan memaki-maki komisioner KPU yang tengah menggelar rapat penetapan nomor pasangan calon. Sejumlah pendukung yang kecewa bahkan meninggalkan ruangan.

Berkali-kali Kapolres Polewali Mandar AKBP Muh Rifai meminta massa pe ndukung yang gaduh agar tenang dan tertib mengikuti proses penetapan nomor urut paslon dalam ruangan. Namun imbauan itu tak digubris massa yang memprotes KPU.

Baca juga : Dapat Nomor Urut 2, Sudirman Said Singgung Sila Kedua Pancasila

Kapolres bahkan sempat mengancam akan meminta aparat untuk menertibkan ruangan jika tidak mengindahkan peringatan petugas.

Suasana baru tertib kembali setelah sejumlah kordinator massa berusaha menenangkan massa pendukung.

Tim sukses paslon Salim-Marwan, Syamsul Samad menjelaskan, protes timnya bukan mempersoalkan siapa yang dapat nomor berapa, tetapi mempermasalahkan proses penetapan nomor urut karena diduga direkayasa.

“Bukan persoalan siapa dapat nomor berapa, tapi ini masalah proses penetapan nomor urut yang diduga ada rekayasa,” jelas Samad.

Samad pun menyebutkan sejumlah indikasi rekayasa penetapan nomor urut. Misalnya, ditemukan garis yang tidak sama dengan dua pipa paralo n berisi nomor urut yang seharusnya dirahasiakan KPU.

Samad meminta KPU bersikap profesional dan netral dalam melaksanakan tahapan-tahan pilkada karena rawan mengundang protes dan kecurigaan massa.

Ketua KPU Polman, M Daniel membantah ada rekayasa penetapan nomor urut paslon. Adanya coretan hitam seperti garis yang membedakan dengan pipa berisi nomor urut paslon yang telah dicat piloks bukanlah faktor kesengajaan.

Menurut Daniel, kemungkinan itu bisa terjadi saat pipa dicat piloks petugas belum kering dan diletakkan di meja sehingga menimbulkan goresan hitam.

“Tidak rekayasa dan tidak ada kesengajaan. Garis hitam yang ditemukan di salah satu pipa berisi nomor urut paslon kemungkinan itu terjadi saat pipa baru dicat atau dipiloks dan diletakkan di meja sebelum kering hingga menimbulkan goresan,” jelas Daniel.

Baca juga : Pasangan Calon Pilkada Jabar Dibuat Deg-degan Saat Ambil Nomor Urut

Ketua Panwaslu Suaib Al imudin mengatakan akan memeriksa tanda-tanda adanya dugaan rekayasa seperti yang diprotes massa pendukung pasangan Salim-Marwan. Panwaslu berjanji akan memberikan rekomendasi terkait laporan yang diprotes salah satu pasangan calon paling lambat 14 hari setelah kejadian.

Meski diwarnai aksi protes, proses penetapan nomor urut paslon tetap dilanjutkan hingga rapat pleno berakhir. Pasangan Salim-Marwan memperoleh nomor urut 1 dan pasangan Andi Ibrahim Masdar-Muh Natsir Rahmat mendapat nomor urut 2.

Usai rapat pleno, kedua perwakilan paslon dipersilakan menerima salinan putusan penetapan nomor urut yang baru saja dibacakan.

Kompas TV Berikut tiga berita terpopuler versi KompasTV hari ini.
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
  • Pilkada Serentak 2018

Terkini Lainnya

Anggota Komisi III Minta Polri Transparan soal Kematian Terduga Teroris

Anggota Komisi III Minta Polri Transparan soal Kematian Terduga Teroris

Nasional 14/02/2018, 19:31 WIB Sendirian di Rumah, Seorang Nenek Diketahui Meninggal Setelah Tujuh Hari

Sendirian di Rumah, Seorang Nenek Diketahui Meninggal Setelah Tujuh Hari

Regional 14/02/2018, 19:29 WIB Napi Koruptor Terlalu Banyak, Penjara Elit China Kehabisan Sel Tahanan

Napi Koruptor Terlalu Banyak, Penjara Elit China Kehabisan Sel Tahanan

Internasional 14/02/2018, 19:28 WIB Kampanye Pilkada Dimulai Besok, KPU Ingatkan Jangan Libatkan Anak-anak

Kampanye Pilkada Dimulai Besok, KPU Ingatkan Jangan Libatkan Anak-anak

Nasional 14/02/2018, 19:24 WIB Luka Tusuk Jadi Penyebab Kematian Korban Pembunuhan di Tangerang

Luka Tusuk Jadi Penyebab Kematian Korban Pembunuhan di Tangerang

Megapolitan 14/02/2018, 19:18 WIB Ketua DPR: Jika Perlu DPR Akan Membuat Lomba Kritik DPR Terbaik

Ketua DPR: Jika Perlu DPR Akan Membuat Lomba Kritik DPR Terbaik

Nasional 14/02/2018, 19:03 WIB Pansus Minta KPK Tindaklanjuti Hasil Rekomendasi

Pansus Minta KPK Tindaklanjuti Hasil Rekomendasi

Nasional 14/02/2018, 19:03 WIB KPK Kembali Tangkap Kepala Daerah, Mendagri Terpukul

KPK Kembali Tangkap Kepala Daerah, Mendagri Terpukul

Nasional 14/02/2018, 19:00 WIB BNN: 113 Kawasan di Jakarta Rawan Narkoba, Termasuk Diskotek

BNN: 113 Kawasan di Jakarta Rawan Narkoba, Termasuk Diskotek

Megapolitan 14/02/2018, 18:40 WIB Soal Keabsahan Ijazah JR Saragih, KPU akan Cek SOP Saat Pilkada Simalungun

Soal Keabsahan Ijazah JR Saragih, KPU akan Cek SOP Saat Pilkada Simalungun

Nasional 14/02/2018, 18:35 WIB Baru Delapan Jam, Petisi Tolak UU MD3 Dapat 40.000-an Dukungan

Baru Delapan Jam, Petisi Tolak UU MD3 Dapat 40.000-an Dukungan

Nasional 14/02/2018, 18:34 WIB 96 Bidang Lahan Terdampak Sodetan Ciliwung di Bidara Cina

96 Bidang Lahan Terdampak Sodetan Ciliwung di Bidara Cina

Megapolitan 14/02/2018, 18:26 WIB Warga Jakarta Akan Gunakan Transjakarta Berbahan Aluminium, Ini Kelebihannya...

Warga Jakarta Akan Gunakan Transjakarta Berbahan Aluminium, Ini Kelebihannya...

Megapolitan 14/02/2018, 18:20 WIB Jika Tak Patuh Rekomendasi Pansus Angket, KPK Diancam Hak DPR Lainnya

Jika Tak Patuh Rekomendasi Pansus Angket, KPK Diancam Hak DPR Lainnya

Nasional 14/02/2018, 18:19 WIB Pam   it untuk Cari Ikan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Sungai

Pamit untuk Cari Ikan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Sungai

Regional 14/02/2018, 18:14 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Polewali Mandar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »