Pengusaha Sembako Siap-Siap! - Warta 24 Sulawesi Barat
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}
www.uhamka.ac.id/reg

Pengusaha Sembako Siap-Siap!

Pengusaha Sembako Siap-Siap!

PROKAL.co PROKAL NEWS PRO KALTIM KALTIM POSTBALIKPAPAN POSSAMARINDA POSBONTANG POSTBERAU POST PRO KALTARA RADAR TARAKANBULUNGAN POSTKALTARA POS PRO KALSEL�…

Pengusaha Sembako Siap-Siap!

  • PROKAL.co
    • PROKAL NEWS
    • PRO KALTIM
      • KALTIM POST
      • BALIKPAPAN POS
      • SAMARINDA POS
      • BONTANG POST
      • BERAU POST
    • PRO KALTARA
      • RADAR TARAKAN
      • BULUNGAN POST
      • KALTARA POS
    • PRO KALSEL
      • RADAR BANJARMASIN
    • PRO KALTENG
      • KALTENG POS
      • RADAR SAMPIT
    • PRO KALBAR
  • BalikpapanTV
  • SamarindaTV
  • KPFMBalikpapan
  • KPFMSamarinda
  • Indeks Berita
MANAGED BY: SABTU
06 JANUARI RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 06 Januari 2018 11:01 Pengusaha Sembako Siap-Siap!

Tol Laut Membuka Akses Luas Dalam Negeri

DILARANG LAGI: Kapal-kapal pengangkut sembako berbahan dasar kayu mulai dilarang masuk ke Tawau, Malaysia. Sebuah kapal kayu yang sedang mengangkut sembako di perairan Nunukan Utara beberapa waktu lalu. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN â€" Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan Ir. Jabbar memastikan kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) di Kabupaten Nunukan tetap aman. Meskipun ada larangan kapal-kapal pengangkut sembako asal Malaysia dilarang beroperasi.

“Tetap aman saja. Paling yang sedikit masalah itu gula pasir saja. Tapi, kini sudah ada pengusaha yang mendatangkan produk dalam negeri,” kata Ir. Jabbar kepada Radar Tarakan, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (5/1).

Untuk itu, lanjutnya, semua instansi terkait termasuk para distributor dan pengusaha sembako diun dang dalam pertemuan membahas persoalan larangan kapal berbahan kayu menuju Tawau, Malaysia. “Dalam pertemuan itu juga, saya sosialisasikan adanya jalur transportasi laut yang dapat digunakan untuk mendatangkan sembako dalam negeri,” ujarnya.

Disampaikan, saat ini jalur tol laut telah memasuki kontrak baru. Di mana dalam trayek itu Pelabuhan Nunukan masuk dalam salah satu destinasi. Bahkan, Nunukan sangat diuntungkan. Jalurnya langsung kembali ke Surabaya. “Dari Surabaya ke Mamuju lalu ke Sangatta terus ke Pulau Sebatik kemudian masuk Pelabuhan Nunukan. Nah, dari Nunukan ini langsung menuju ke Surabaya,” ungkapnya.

Sehingga produk-produk yang sudah dikerjasamakan dengan Perusahaan Daerah (perusda) Nunukan dengan dapat dikirim melalui jalur tersebut. Belum lagi menggunakan KM Egon yang juga melalui jalur yang sama. “Jadi, untuk transportasi sudah sangat mendukung. Tinggal bagaimana keinginan pengusaha saja,” ungkap Jabbar.

Ketergantungan terhadap semb ako Malaysia ini, memang harus ditemukan solusinya. Tidak bisa dibiarkan berlarut terus menerus. “Apakah ada jaminan, setelah permintaan kapal besi dipenuhi tidak ada permintaan lain lagi. Persoalan seperti ini bukan yang pertama kali terjadi. Sudah banyak buktinya,” tegasnya.

Olehnya itu, ia mengajak semua instansi terkait mendukung upaya Pemkab Nunukan keluar dari ketergantungan produk-produk Malaysia yang selama ini diperoleh tidak resmi. “Jika memang menerapkan aturan perdagangan internasional, harga sembakonya tidak semurah yang sekarang. Karena wajib membayar pajak dan cukai ke negara. Dan yang pasti, perdagangan resmi itu sulit karena semua sembako di Malaysia itu barang subsidi pemerintah untuk masyarakatnya. Bukan untuk diekspor,” jelasnya.

Jika menggunakan jalur tersebut, maka dipastikan harga sembako, seperti gula pasir, minyak makan termasuk liquified petroleum gas (LPG) 14 kilogram (kg) akan melambung tinggi. Pengeluaran pengusaha lebih be sar lagi. Sementara sembako dalam negeri dapat bersaing dengan harga dan kualitas yang sama.

“Bahkan, sembako dalam negeri lebih murah lagi karena tidak dibebankan cukai seperti barang dari luar negeri,” pungkasnya. (oya/lim)

loading...
BERITA TERKAIT
  • Potensi Kaltara Banyak Dilirik Pengusaha Malaysia
  • Beromzet Ratusan Ribu, Dua Bulan Berhasil Membeli Motor
  • Kesempatan Kerja di Kota Ini Makin Sempit
  • Revisi, Pengusaha Dipermudah
  • Hadapi Defisit dengan Kerja Keras
  • Puluhan Pengusaha Belum Kantongi Izin
  • Untung Usaha Fotokopi 3 Kali Lipat
  • Pengusaha di Tara kan Bisa Mengikuti Jejak H.Sabran
  • Omzet Pengusaha Mebel di Ibu Kota Bervariasi

BACA JUGA

Sabtu, 06 Januari 2018 11:00

Jalur Ilegal Terbuka, WNA Masuk Tanpa Dokumen

NUNUKAN - Tiga Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia diamankan Kepolisian Sektor (Polsek) Sebatik Timur… Sabtu, 06 Januari 2018 10:59

Sempat Disorot, Pe ngadaan Seragam Jalan Terus

NUNUKAN â€" Pengadaan pakaian seragam sekolah bagi siswa sekolah dasar (SD) telah direalisasikan… Jumat, 05 Januari 2018 10:34

Pas Tahunan Kembali Diterbitkan

NUNUKAN â€" Biaya penerbitan pas pelabuhan yang diterbitkan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV… Jumat, 05 Januari 2018 10:32

Pelindo Terapkan e-PAS

NUNUKAN â€" Wacana penerapan karcis elektronik atau elektronik pas (e-Pas) masuk ke Pelabuhan Tunon… Jumat, 05 Januari 2018 10:31

Tiga Warga Malaysia Gagal ke Tarakan

NUNUKAN â€" Tiga Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia diamankan Kepolisian Sektor (Polsek) Sebatik… Kamis, 04 Januari 2018 21:25

Utang Rp 68 Mi liar Tunggu DBH

NUNUKAN â€" Di awal 2018 ini, Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid masih dibebankan sejumlah persoalan.… Kamis, 04 Januari 2018 21:22

ASN Kurang, Honorer Tak Jadi Dirumahkan

NUNUKAN â€" Di tengah kondisi keuangan daerah yang terseok-seok, nasib pegawai honorer justru sedikit… Kamis, 04 Januari 2018 21:19

WADUH !!! Gaji Bupati dan Anggota DPRD Diblokir

NUNUKAN â€" Risiko mandeknya penetapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018 hingga batas… Kamis, 04 Januari 2018 15:55

Pelayanan Publik Terancam Tak Berjalan

NUNUKAN â€" Deadlock-nya penetapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018 menjadi sejarah… Kamis, 04 Januari 2018 15:54

ASN Kurang, Honorer Tak Jadi Dirumahkan

NUNUKAN â€" Di tengah kondisi keuangan daerah yang terseok-seok, nasib pegawai honorer justru sedikit… Kecelakaan Meningkat, Korban Meninggal Dunia Bertambah Empat Perda Disahkan, 4 Lagi Tak Penuhi Syarat Fisik BREAKI NG NEWS!!! Satu Unit Speedboat Tujuan Tarakan Terbalik Jembatan 3D Zaman Now Hanya Satu Armada Miliki Pintu Darurat BREAKING NEWS!!! Dua Bocah Dikabarkan Tenggelam di Pulau Kacia Tegaskan Dana RT Rp 260 Juta Hari Ketiga Pencarian, Fikri Akhirnya Ditemukan MCAI Bangun Energi Tenaga Matahari Berkomitmen Sebagai Kabupaten Konservasi
  • Serang KPU, Polisi Tembakan Gas Air Mata
  • Punya SK, Silakan Perlihatkan
  • CT Scan Puluhan Miliar Belum Diperbaiki
  • Selama 17 Tahun Mencari Obat Epilepsi untuk Santi
  • Pasien Positif Sudah Dipulangkan
  • Telusuri Keberadaan Kawan Reza di Kaltara
  • Bocah Meninggal Setelah Terjatuh ke Laut
  • Gaji Honorer Terancam Tak Dibayar
  • Revisi Kegiatan Pengamanan
  • Jalan Berlubang Dibenahi Bertahap
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN SELATAN
  • KALIMANTAN UTARA
  • KALIMANTAN BARAT
  • TENTANG KAMI
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Find Us
Copyright &copy 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .Sumber: Google News | Warta 24 Mamuju Utara

Tidak ada komentar