Gejolak Harga Pangan Dipandang Berhasil Diredam - Warta 24 Sulawesi Barat
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}
www.uhamka.ac.id/reg

Gejolak Harga Pangan Dipandang Berhasil Diredam

Gejolak Harga Pangan Dipandang Berhasil Diredam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah dinilai berhasil melakukan pengendalian harga pangan bergejolak atau volatile food pada Desember 2017. Meski Badan Pusat Statistik (BPS) dalam …

Gejolak Harga Pangan Dipandang Berhasil Diredam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah dinilai berhasil melakukan pengendalian harga pangan bergejolak atau volatile food pada Desember 2017. Meski Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rilisnya mengungkapkan kenaikan sebesar 2,26 persen secara bulanan, namun secara tahunan inflasi hanya di angka 0,71 persen.
"Ini membuktikan pengendalian harga pangan bergejolak (volatile food) oleh pemerintah sepanjang tahun 2017 cukup mumpuni," ujar Kepala BPS Suhariyanto, Selasa (2/1). Menurutnya, stabilitas harga pangan terjadi karena pemerintah sudah mampu mengendalikan harga dengan baik. Berbeda dengan pola sebelumnya yakni inflasi 2016 dikendalikan oleh volatile food.
Hal senada diungkapkan Pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI) Rizal E Halim. "Memang selama ini andil pangan terhadap inflasi cukup besar, sehingga jika volatilitas harga pangan bisa dikendalikan tentu nya dapat menekan laju infla si," katanya melalui siaran resmi yang dikeluarkan Kementerian Pertanian.
Ia melanjutkan, pada 2017, pengendalian harga pangan khususnya barang kebutuhan pokok di bulan Ramadhan, Idul Fitri dan akhir tahun relatif berjalan baik.
"Meski di beberapa waktu di bulan Desember ini terjadi kenaikan harga cabai namun masih batas tolerable. Prestasi ini pantas diapresiasi," ujarnya.
Ke depan, lanjut Rizal, hal yang perlu diperkuat pemerintah adalah memastikan terkendalinya harga pangan di beberapa waktu tertentu seperti Ramadhan dan Idul Fitri. Menurutnya, pemantauan perubahan cuaca dan pergeseran produksi pangan juga perlu mendapat perhatian.
"Yang juga penting adalah peta distribusi antar pulau untuk pasokan pangan untuk mendeteksi surplus maupun defisit pangan di setiap pulau pada waktu yang sama," kata dia.

Sumber: Google News | Warta 24 Mamuju

Tidak ada komentar