Meski Berbahaya, Semburan Gas di Purworejo Bisa Bermanfaat - Warta 24 Sulawesi Barat
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Meski Berbahaya, Semburan Gas di Purworejo Bisa Bermanfaat

Meski Berbahaya, Semburan Gas di Purworejo Bisa Bermanfaat

Minggu 03 Desember 2017, 15:06 WIB Meski Berbahaya, Semburan Gas di Purworejo Bisa Bermanfaat Rinto Heksantoro - detikNews Foto: Rinto Heksantoro/…

Meski Berbahaya, Semburan Gas di Purworejo Bisa Bermanfaat

Minggu 03 Desember 2017, 15:06 WIB Meski Berbahaya, Semburan Gas di Purworejo Bisa Bermanfaat Rinto Heksantoro - detikNews Meski Berbahaya, Semburan Gas di Purworejo Bisa BermanfaatFoto: Rinto Heksantoro/detikcom Purworejo - Semburan gas muncul saat dilakukan pengeboran sumur untuk pertanian di Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo. Hingga saat ini, semburan gas berapi itu masih terlihat jelas.
Meski dianggap berbahaya bagi kesehatan, gas tersebut bisa dimanfaatkan jika dikelola dengan cara yang benar.
Hal tersebut disampaikan oleh Staf Pengkajian ESDM Serayu Selatan, Adya Nur (51) di lokasi semburan gas di Dukuh Kul on, Desa Binangun, Kecamatan Butuh, Minggu (3/12/2017).
Kandungan gas metan yang ada dalam semburan tersebut dianggap cukup berbahaya bagi kesehatan jika terhirup langsung. Namun juga bermanfaat untuk kebutuhan lain jika dikelola dengan tepat.
Semburan gas muncul di bekas pengeborang sumur di PurworejoSemburan gas muncul di bekas pengeborang sumur di Purworejo Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

"Mengandung gas metan. Kalau gasnya otomatis berbahaya karena bisa merusak pernafasan kita. Namun bisa bermanfaat untuk kebutuhan masyarakat jika dikelola dengan benar," kata Adya.
Lebih lanjut Adya menambahkan bahwa daerah Kecamatan Butuh sendiri merupakan daerah yang mengandung gas rawa di lapisan bawah tanah. Pihaknya mengimbau agar masyarakat harus selalu waspada dalam penggalian misa l jika ingin membuat sumur.
"Di kecamatan butuh ini termasuk lingkungan gas rawa jadi setiap saat perlu diperhatikan bahwa masyarakat di sini memang harus selalu waspada untuk penggalian yang ada kaitannya dengan penggalian sumur, agar berkoordinasi paling tidak dengan ESDM," imbuhnya.
Seperti diwartakan sebelumnya, semburan gas tersebut muncul ketika dilakukan pengeboran sumur oleh warga untuk pertanian pada Sabtu (2/11/2017) sore. Pengeboran sejumlah tujuh titik, namun pada titik terakhir yakni lubang ke tujuh dengan kedalaman sekitar 18 meter lubang tersebut mengeluarkan gas diikuti dengan semburan api yang menyala.
Rencananya tim dari Balai ESDM akan melakukan kajian lebih lanjut terkait temuan gas tersebut. Jika memungkinkan, maka gas tersebut akan dikelola oleh pemerintah untuk keperluan masyarakat bersama.
(bgs/bgs)Sumber: Google News | Warta 24 Purworejo

Tidak ada komentar